Wakil Menteri Keuangan bersama Komisi XI DPR RI melaksanakan kunjungan kerja spesifik ke Kabupaten Demak, Kamis (25/3/2021). Rombongan yang dipimpin Drs Fathan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Demak, Drs. Djoko Sutanto di pendopo Satya Bhakti Praja. Kunjungan dilakukan dalam rangka fungsi pengawasan terkait dukungan pemerintah kepada pelaku UMKM di Kabupaten Demak di masa pandemic Covid-19.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara dalam kunjungannya menyampaikan bahwa sebagai dukungan terhadap pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19, berbagai kebijakan program pemulihan ekonomi (PEN) telah digulirkan mulai dari kebijakan relaksasi penyaluran kredit program pemerintah berupa pembiayaan Usaha Mikro (UMI) dan kredit usaha rakyat (KUR), penyaluran subsidi bunga dan bantuan pemerintah serta penempatan dana perbankan.
“Kebijakan ini diambil supaya dunia usaha tidak berhenti total, “ungkapnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa relaksasi diberikan untuk menjaga dunia usaha agar bekerja dengan baik. “Untuk usaha mikro tidak perlu membayar pajak, tercatat ada 250 ribu usaha mikro yang mendapat fasilitas dengan pajak ditanggung pemerintah, “jelasnya.
Terkait program subsidi KUR di masa pandemic, Ketua Tim Komisi XI DPR RI, Drs Fathan mengatakan bahwa pemerintah sebenarnya telah memberikan tambahan subsidi bunga KUR kepada debitur sampai dengan Desember 2020.
Selain itu, debitur KUR yang terdampak Covid-19 juga mendapat relaksasi kredit berupa penundaan angsuran pokok serta restrukturisasi pinjaman. “UMKM masa pandemi Covid telah mendapat relaksasi dari pemerintah, tapi hal ini masih belum bisa menjadi solusi. Oleh karenanya saya harap agar bunga pinjaman bisa diturunkan lagi. Ini sangat penting untuk pengembangan UMKM di daerah “ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Demak, Drs. Djoko Sutanto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada rombongan yang telah berkunjung di Kabupaten Demak. Momen ini dijadikan Wabup untuk menyampaikan beberapa hal terkait kondisi Demak saat ini. Disampaikan bahwa Demak memiliki 242 desa dan 6 kelurahan, di mana 12 desa hampir tenggelam akibat rob.
“Di satu sisi Demak kena rob, satu sisi ada tanah timbul, “ungkapnya. Terkait pandemi covid, pihaknya menyampaikan bahwa Demak menempati urutan kedua setelah Semarang, akan tetapi berkat kerja bareng, Demak bisa menekan penyebaran covid dan menempati posisi kedelapan belas se Jateng. (prokompim).

