DEMAK – Sentra pengasapan ikan Wonosari Kecamatan Bonang mampu menghasilkan 20 hingga 25 ton ikan asap sehari dan dipasarkan di berbagai daerah di Pulau Jawa. Hal tersebut terungkap saat kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo di sentra pengasapan terbesar di Demak. Di sentra pengasapan percontohan nasional ini terdapat 76 unit pengasapan ikan.
“Demak memiliki potensi yang luar biasa dibidang perikanan. Bayangkan, sehari bisa 25 ton ikan asap. Maka, potensi ini harus kita dukung. Kita maksimalkan”, tutur Menteri KP.
Keberadaan sentra tersebut, menurut Menteri Edhy harus diperbesar, karena akan menyerap tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Mengingat di sentra pengasapan Wonosari, ada sekitar 300 orang yang menggantungkan hidupnya dengan aktivitas pengasapan. “Semakin banyak masyarakat yang bekerja, ekonomi negara makin kuat. Demak bersyukur punya seperti ini, perlu kita besarkan.”
Maka dari itulah, orang nomor satu di jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan ini meminta agar sentra Wonosari bisa diperluas. “Ini sedang kita hitung, Insya Allah bisa kita bantu. Tadi sudah koordinasi juga dengan kepala daerah Demak. Kita akan dorong yang seperti ini”.
Sementara itu, Juyamin, Ketua Peguyuban Pengolah Ikan Asap mengaku belum bisa memenuhi permintaan pasar yang cukup tinggi. Minimnya peralatan yang ada menjadi salah satu kendala para pengolah. Sarana yang belum dimiliki diantaranya mobil pendingin atau yang lebih dikenal dengan thermoking.
“Cold storage juga perlu karena kita itu menyimpan ikan. Ikan yang kita olah hari ini, itu datangnya kemarin. Kalau ada cold storage, kualitasnya tetep bagus. Selama ini nyimpen ikannya di box fiber”.
Harga ikan asap di Sentra Pengolahan Ikan Asap Indah bervariasi. Yang termahal jenis ikan asap kepala manyung Rp45.000 per kilogram. Selain manyung, ada juga ikan tongkol, salem, lele, dan pari asap. Dalam sehari, Hamdan bisa menjual 200-250 kg ikan asap.
Dalam kesempatan tersebut juga diberikan secara simbolis pinjaman modal kerja sebesar lebih dari 1,3 milyar kepada nelayan dan petani tambak di Kabupaten Demak. Hadir mendapingi Menteri Edhy Prabowo, Dirjen PDSPKP Nilanto Perbowo bersama Dirjen KKP lainnya, Wakil Bupati Demak; Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri, Anggota DPR Komisi VIII Abdul Wachid, Anggota Komite II DPD RI Denty Eka Widi, dan para stafsus menteri. (*Protokol dan Komunikasi Pimpinan)
