Tahun 2019 terjadi perluasan lahan tanam tembakau menjadi 4.150 hektar, dibandingkan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 2.548 hektar. Dengan adanya kenaikan penanaman tanaman tembakau diharapkan pula terjadi kenaikan pada produksinya.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Demak Drs. Joko Sutanto saat membuka kegiatan Farm Field Day (FFD) Tanaman Tembakau dalam kegiatan Penyuluhan Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan (DBHCHT) di Lapangan Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Rabu (11/9).
Joko menyampaikan, Kabupaten Demak memiliki empat sektor unggulan yang menjadi prioritas pengembangan, yakni sektor pertanian, pariwisata, kelautan perikanan dan UMKM. “Di sektor pertanian, selain padi dan palawija, komoditas lain yang patut diperhitungkan adalah tembakau. Tembakau merupakan tanaman spesifik lokalita yang tumbuh dan berkembang baik di tiga kecamatan yakni Mranggen, Karangawen, dan Guntur” ungkap Joko.
Saat ini, lanjutnya, petani tembakau di Kabupaten Demak cukup mendapatkan angin segar, karena didukung kondisi iklim yang sangat kondusif dan permintaan pabrikan yang cukup banyak, maka harga jual tambakau mengalami kenaikan yang cukup signifikan. “Berdasarkan hasil diskusi perwakilan petani tembakau di 3 Kecamatan di dapatkan hasil bahwa harga rajangan daun tembakau berkisar antara Rp. 30.000,- sampai dengan Rp.40.000,- perkilogram,” katanya.
Namun demikian, Joko berharap petani jangan sampai lengah dan tetap waspada terhadap hal-hal yang dapat merugikan petani. “Kalau tahun ini harga tembakau tinggi biasanya tahun depan harganya akan turun. Untuk itu petani hendaknya menanam tanaman alternatif lain. Kalaupun menanam tembakau jangan banyak-banyak. Sehingga misalkan tahun depan harganya rendah masih punya hasil panen dari tanaman lain,” pesannya.
Kepada perwakilan pabrikan rokok dan pedagang pengumpul Ia berpesan untuk menjalin kemitraan dan kerjasama harmonis dengan petani tembakau, sehingga para petani tembakau mendapat hasil yang lebih baik dan pendapatan akan meningkat.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Ir. Wibowo, MM. menjelaskan Di Kabupaten Demak terjadi perluasan lahan tanam tembakau sebanyak 6 unit masing-masing seluas 1 hektar di Desa Blerong dan Desa Wonorejo Kecamatan Guntur, Desa Candisari dan Desa Kangkung Kecamatan Mranggen, Desa Wonosekar dan Desa Karangawen Kecamatan Karangawen.
Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan secara simbolis berupa Pupuk NPK dan KNO3, Appo, Cultivator dan sarana angkut roda 3. (Humas Demak)
